<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Yusuf Arifin Weblog</title>
	<atom:link href="http://yusufarifin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yusufarifin.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Sep 2008 12:37:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yusufarifin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Yusuf Arifin Weblog</title>
		<link>http://yusufarifin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yusufarifin.wordpress.com/osd.xml" title="Yusuf Arifin Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yusufarifin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Memenangkan Persaingan Melalui “Business Intelligence”</title>
		<link>http://yusufarifin.wordpress.com/2008/09/16/memenangkan-persaingan-melaluli-%e2%80%9cbusiness-intelligence%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://yusufarifin.wordpress.com/2008/09/16/memenangkan-persaingan-melaluli-%e2%80%9cbusiness-intelligence%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 12:35:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yusufarifin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yusufarifin.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah mempengaruhi perkembangan ilmu ekonomi, sejalan dengan trilogi revolusi, yaitu pertanian, industri dan terakhir revolusi informasi yang disulut oleh tiga trend makro (digitasi, mobilitas modal dan liberalisasi), salah satunya dampak dari revolusi informasi adalah munculnya konsep Ekonomi Baru atau The New Economy, di mana dalam konsep ini aset [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yusufarifin.wordpress.com&amp;blog=4859612&amp;post=4&amp;subd=yusufarifin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah mempengaruhi perkembangan ilmu ekonomi, sejalan dengan trilogi revolusi, yaitu pertanian, industri dan terakhir revolusi informasi yang disulut oleh tiga trend makro (digitasi, mobilitas modal dan liberalisasi), salah satunya dampak dari revolusi informasi adalah munculnya konsep Ekonomi Baru atau <em>The New Economy</em>, di mana dalam konsep ini aset tak berwujud<span>  </span>menjadi bagian yang sangat penting, diantaranya adalah properti intelektual, SDM unggul, merek/<em>brand</em> dan jejaring/<em>network</em>.<span id="more-4"></span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Dampak penerapan Ekonomi Baru ditandai dengan tingginya penetrasi penggunaan IT<em>(Information Technology)</em> dalam proses transaksi bisnis, sehingga konsep tersebut berkembang menjadi <em>Digital Economy</em>, selain itu pengaruh pemanfaatan<span>  </span>jaringan teknologi berupa jaringan komputer dan internet diseluruh dunia, serta jaringan fisik antar negara dalam era keterbukaan dan globalisasi, telah melahirkan konsep <em>Network</em> <em>Economy</em>, konsep ini telah memicu pengetahuan para pelaku ekonomi untuk terus berinovasi secara berkesinambungan. </span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Karena itulah akhirnya melahirkan<span>  </span>suatu konsep yang disebut <em>Knowledge Economy,</em> yaitu ekonomi yang senantiasa dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimiliki oleh para pelaku ekonomi itu sendiri.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dengan perubahan paradigma itu, Ekonomi Baru<span>  </span>telah menggeser fokus sumber daya manusia di suatu perusahaan, dari pekerja fisik di era industri, menjadi ”pekerja pengetahuan” di era informasi.<span>  </span>Persaingan di era ekonomi baru telah berubah secara signifikan, yaitu dari berlomba untuk mendapatkan teknologi yang terbaik untuk menghasilkan lebih banyak, lebih efisien dan lebih murah dalam hal produksi fisik, menjadi berlomba dalam mencari cara untuk memanfaatkan sebaik-baiknya pengetahuan dan informasi yang telah dimiliki perusahaan secara lebih efisien dari yang dilakukan oleh para pesaingnya. Semakin baik suatu perusahaan dalam memanfaatkan pengetahuan dan informasi yang dimilikinya, maka semakin baik pula kemampuan perusahaan tersebut untuk memenangkan persaingan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Persaingan antar perusahaan merupakan hal yang wajar terjadi, karena suatu produk yang ditawarkan oleh satu perusahaan sangat dimungkinkan ditawarkan pula oleh perusahaan lain, dengan tipe dan karakteristik yang relatif sama. Apalagi masing-masing perusahaan tersebut tak henti-hentinya berupaya untuk senantiasa meningkatkan kualitas produk dan pelayanannya. Namun perlu kita ingat, bahwa sumberdaya dan kapabilitas perusahaan sangat dimungkinkan berbeda, satu dengan yang lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Sebagai perusahaan yang bersaing, adalah wajar apabila mencari tahu tentang keunggulan bersaing apa yang dimilikinya, dibandingkan dengan pesaingnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Michael Porter (1985) dalam teori manajemennya memperkenalkan “<em>Five Force</em>” yaitu lima kekuatan yang menjadi ancaman dalam persaingan; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV"><span>1.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Ancaman pertama datang dari pesaing yang menawarkan produk atau jasa dengan karakteristik yang relatif sama bahkan telah cukup lama menjadi kompetitor.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV"><span>2.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Ancaman kedua datang dari pesaing baru yang juga menawarkan produk atau jasa yang relatif sama. Dalam era globalisasi informasi, belum tentu yang dimaksud dengan para pesaing baru adalah perusahaan yang secara fisik datang dari lingkungan geografis lokal, tapi dimungkinkan perusahan pesaing tersebut datang dari negara lain, yang dengan kekuatan teknologinya mampu menawarkan produk atau jasa melalui jalur komunikasi semacam internet.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV"><span>3.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Ancaman ke tiga datang dari perusahaan yang dengan kemampuan sumberdaya dan kapabilitasnya, mampu menawarkan produk atau jasa subtitusi, yang memiliki nilai manfaat yang lebih baik dari produk atau jasa yang dihasilkan perusahaannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV"><span>4.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Ancaman ke empat datang dari rekanan yang merupakan <em>supplier</em> (pemasok) bahan-bahan mentah atau bahan baku yang dibutuhkan perusahaan untuk menghasilkan produk dan jasa. Logikanya sangat mudah, jika ada perusahaan lain yang lebih menguntungkan dimata pemasok, tidak menutup kemungkinan pemasok tersebut akan memutuskan pasokannya ke perusahaan, jelas perusahaan akan gulung tikar, karena tidak mendapatkan lagi pasokan bahan baku untuk memproduksi barang atau jasa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV"><span>5.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Ancaman berikutnya berasal dari para pelanggan sendiri, karena pelanggan memiliki kekuatan yang lebih besar dalam menentukan produk-produk mana yang akan dipilihnya, belum lagi tuntutan pelanggan untuk menuntut pelayanan yang prima dan uniq sebagai konsekuensi logis dari konsep <em>Customers Satisfaction</em> (Kepuasan Pelanggan).</span></p>
<p style="text-indent:17.85pt;text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dari sudut pandang proses bisnis, pengelolaan informasi-informasi tersebut merupakan upaya yang sangat penting, karena kemampuan suatu perusahaan dalam memanfaatkan informasi dan menyampaikan strategi berdasarkan informasi yang telah tersedia, menjadi sebuah alat yang ampuh dalam proses <em>Decision Support System</em><span>  </span>(DSS) atau<span>  </span>proses pengambilan keputusan dari aktifitas bisnis tersebut. Raymond McLeod, Jr (2001) berpendapat bahwa penyediaan informasi mengenai keseluruhan kinerja perusahaan bagi para eksekutif, tidaklah mungkin dilakukan secara manual, melainkan harus didukung sepenuhnya dengan sistem komputerisasi yang disebut <em>Computer-Base Executive Information System</em>, para eksekutif dapat membangun <em>Executive Information System</em> (EIS) berdasarkan tiga konsep dasar manajemen, yaitu; </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV"><span>1.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Critical Success Factor,</span></em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV"> dimana para eksekutif senatiasa dapat memantau seberapa baik perusahaan berjalan sesuai dengan tujuan dan faktor-faktor penentu keberhasilan dari perusahaan tersebut.</span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV"><span>2.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Management By Exeption </span></em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">dimana para eksekutif dapat<span>  </span>melakukan tindakan segera, berdasarkan tampilan informasi dilayar komputer, mengenai perbandingan kinerja yang di rencanakan dengan kinerja aktual.</span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV"><span>3.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Mental Model, </span></em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">dimana para eksekutif membuat penilaian dan perkiraan untuk memahami fenomena yang terjadi melalui <em>Information Compression</em> yang disarikan dari data dan informasi perusahaan, sehingga melalui gambaran atau model mental operasi perusahaan tersebut, memudahkan para eksekutif dalam memutuskan tindakan yang perlu diambil dalam waktu segera.</span></p>
<p style="text-indent:.25in;text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Edward David (2000) berpendapat bahwa evolusi Sistem Informasi Eksekutif dan DSS telah berkembang menjadi konsep <em>Business Intelligence</em> (Intelejen Bisnis), yaitu suatu cara untuk mengumpulkan, menyimpan, mengorganisasikan, membentuk ulang, meringkas data serta menyediakan informasi, baik berupa data aktifitas bisnis internal perusahaan, maupun data aktifitas bisnis eksternal perusahaan termasuk aktifitas bisnis para pesaing yang mudah diakses serta dianalisis untuk berbagai kegiatan manajemen. Istilah ”Intelejen Bisnis” mengandung arti melakukan kegiatan penyelidikan dalam dunia bisnis dengan menggunakan konsep-konsep dan metode dunia inteljen militer yang diaplikasikan dalam dunia bisnis secara sistematis dan berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah, serta dilakukan secara terbuka, berbeda dengan<span>  </span>istilah ”spionase bisnis” yang kegiatan penyelidikannya dilakukan secara rahasia, ilegal dan tertutup, misalnya pencurian data penting di perusahaan tertentu.</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV"></span></p>
<p style="text-indent:.25in;text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dengan <em>Business Intelligence</em>, manajemen akan mendapatkan informasi yang berkualitas dari kegiatan bisnisnya secara tepat waktu, akurat dan reliabel melalui saluran komunikasi data, sehingga memudahkan pimpinan perusahaan dalam proses pengambilan keputusan yang penting dan bersifat strategis, seperti tujuan jangka panjang perusahaan, pengembangan perusahaan serta tujuan khusus yang akan dicapai perusahaan, Semakin tinggi tingkat kompetisi antar perusahaan, maka peranan <em>Business Intelligence</em> menjadi semakin penting</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Business Intelligence</span></em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV"> menyakut berbagai aktifitas diantaranya; </span></p>
<p style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Symbol;" lang="SV"><span>·<span style="font:7pt &quot;">          </span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Studi perusahaan pesaing produk sejenis dan strategi memenangkan persaingan.</span></p>
<p style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Symbol;" lang="SV"><span>·<span style="font:7pt &quot;">          </span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Mengelola informasi mengenai data statistik pelanggan potensial, area potensial, kondisi ekonomi, sosial budaya dan politik lingkungan dunia usaha.</span></p>
<p style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Symbol;" lang="SV"><span>·<span style="font:7pt &quot;">          </span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Pengamatan daerah operasi bisnis untuk kepentingan strategis perusahaan untuk mengantisipasi perubahan lingkungan eksternal perusahaan.</span></p>
<p style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Symbol;" lang="SV"><span>·<span style="font:7pt &quot;">          </span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Analisa Pasar mengenai jumlah dan area peredaran produk yang diminati oleh pelanggan, ancaman dan peluang yang ada, masa depan produk, tendensi pasar dll.</span></p>
<p style="text-indent:.25in;text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Vasant Dhar dan Roger Stein (1997) menggambarkan taksonomi MIS <em>(Management Information System)</em> menjadi dua bagian, yaitu TPS (<em>Transaction Processing System</em>) dan DSS (<em>Decision Support System</em>) kemudian<span>  </span>DSS tersebut diuraikan menjadi <em>Model Driven DSS</em> dan <em>Data Driven DSS</em> berdasarkan konsep tersebut, didefinisikan ada tujuh metode untuk mentransfer data korporat ke dalam <em>Business Intelligence</em>, dimana ketujuh metode tersebut merupakan kombinasi antara tindakan dan teknik untuk mengaplikasikan sistem intelejen ke dalam proses pengambilan keputusan dengan <em>Practical Framework</em> (kerangka kerja praktis) untuk menganalisis problem bisnis. </span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Adapun ketujuh metode tersebut, mencakup ;</span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span></em><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">OLAP (OnLine Analytical Processing) and Data Warehousing</span></em></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span></em><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Genetic algorithms</span></em></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span>3.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span></em><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Neural networks</span></em></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span>4.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span></em><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Rule-based expert systems</span></em></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span>5.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span></em><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Fuzzy systems</span></em></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span>6.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span></em><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Case-based reasoning </span></em></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span>7.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Machine learning</span></em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Cliff Nelson (1997) dari PT. Oracle </span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Indonesia</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> menjabarkan prinsip-prinsip <em>Business Intelligence </em>dibangun berdasarkan karakteristik-karakteristik baru, yaitu:</span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:9pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt &quot;">          </span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Keterbukaan,</span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:9pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt &quot;">          </span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Sensitivitas waktu, </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:9pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt &quot;">          </span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Ketepatan, </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:9pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt &quot;">          </span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Saling ketergantungan, dan </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:9pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt &quot;">          </span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Tipe Data </span></p>
<p><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Keterbukaan</span></strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Kemajuan konsep-konsep bisnis seperti <em>E-Commerce, E-Business </em>atau<em> E-Government</em>, menuntut adanya peningkatan nilai keterbukaan informasi, salah satunya disebabkan oleh pemanfaatan <em>World Wide Web </em><span>(WWW)<em> </em>di dunia internet yang berdampak pada tuntutan bagi para pimpinan perusahaan untuk senantiasa menyajikan dan sekaligus melindungi kepemilikan informasi rahasia perusahaan,</span> melalui aplikasi-aplikasi teknologi yang tepat guna. Selain itu juga dapat membantu manajemen puncak untuk menggunakan <em>Business Intelligence</em> dengan cara tak terbatas dalam menjalankan manajemen bisnis sehari-hari. Hal ini didukung oleh pertumbuhan pelanggan dan pengguna internet di Indonesia yang pada tahun 2003 diperkirakan mencapai 800.000 pelanggan dan 7.550.000 pengguna, dengan dukungan sekitar 135 ISP (<em>Internet Service Provider</em>) – sumber : APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Sensitivitas Waktu</span></strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Dengan diimplementasikan konsep <em>on-line computing</em> dilingkungan perusahaan untuk mendukung proses bisnisnya, maka kebutuhan akan informasi menjadi bersifat peka waktu (<em>time-sensitive)</em>. Seperti inilah yang dituntut oleh seorang pimpinan<span>  </span>perusahaan modern untuk mengelola rangkaian entitas bisnis, karena eratnya relevansi waktu dengan informasi operasional yang akurat dalam proses pengambilan keputusan bisnis.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Ketepatan</span></strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip <em>Business Intelligence</em> dalam sebuah <em>computer</em> <em>network</em> diperlukan ketepatan data atau informasi, baik yang bersumber dari internal maupun dari eksternal perusahaan, sehingga sangat dimungkinkan suatu perusahaan benar-benar dengan mudah mengekstraksi informasi secara<span>  </span><em>on-line</em> dengan tepat, seperti<span>  </span>prakiraan penjualan, logistik dan manajemen mata rantai suplai, tingkah laku dan kepuasan konsumen, analisa biaya dan manajemen finansial, perencanaan sumberdaya manusia dan pengembangan produk.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Saling Ketergantungan</span></strong><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV"></span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Untuk benar-benar efisien dan terdepan dalam persaingan bisnis, para pemimpin bisnis perlu untuk mengikuti perkembangan di sekitar perusahaannya. Bukan hanya perkembangan yang terjadi di dalam perusahaan sendiri, tetapi juga perkembangan di luar perusahaannya, termasuk di dalamnya mitra bisnis, pelanggan dan pemasok. Dengan adanya tingkat ketergantungan tersebut, manajemen puncak perlu menjaga mitra bisnis mereka dalam suatu <em>extended enterprise</em>, yang selalu mengikuti segala gerakan-gerakan strategis yang menentukan arah bisnis.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Tipe<em> </em>Data</span></strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Pandangan tradisional, bahwa informasi korporat kebanyakan berbasis teks (<em>text-based)</em> merupakan pandangan yang sudah usang, karena kenyataan yang ada saat ini pangkalan data atau <em>Data Warehousing</em> di suatu perusahaan tidak dibatasi hanya berupa data tekstual, akan tetapi terdiri dari berbagai tipe data dengan format yang berbeda, seperti video, audio, tekstual dan data spasial.<span>    </span>Hal ini tentu meningkatkan kekayaan informasi dari manajemen informasi perusahaan dan sejalan dengan tuntutan dalam <em>Business Intelligence</em>, karena keberadaannya telah memperluas batas-batas analisa dan presentasi data untuk mendukung sistem informasi eksekutif, apalagi data multimedia tersebut ditampilkan dengan berbasis internet. Oleh karena itu para desainer <em>Business Intelligence System</em> perlu mewaspadai perkembangan ini, agar <em>Executive information</em> <em>layer</em> dapat memanfaatkan beragam tipe data tersebut dan menggunakannya untuk meyakinkan dalam proses pengambilan keputusannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Kesimpulan</span></strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Untuk membangun kemampuan perusahaan agar tetap dapat bersaing dalam era manajemen modern, kalangan pebisnis senantiasa harus selalu mencari cara-cara untuk memperbaiki produktivitas dan efisiensi dalam infrastruktur perusahaan, mulai dari <em>front-office</em> sampai <em>back-office</em>, baik dalam kegiatan manajemen pemasaran, manajemen produksi, manajemen sumber daya manusia maupun manajemen keuangan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Tidak kalah pentingnya konsep <em>Business Intelligence</em> juga dapat diterapkan dalam pengelolaan institusi pendidikan tinggi, sebagai contoh program EPSBED (Evaluasi Program<span>  </span>Studi Berbasis Evaluasi Diri) yang terapkan oleh Kopertis dan Dikti bagi PTS dan PTN, ini merupakan upaya awal untuk membangun <em>Data Warehousing</em> Pergurruan Tinggi (PT), sehingga <em>Data Warehousing</em> tersebut dapat dimanfaatkan, baik oleh internal PT maupun oleh pihak ekternal dari PT tersebut, untuk kemudian dianalisis dan dijadikan rujukan dalam<span>  </span>proses pengambilan keputusan strategis PT. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Business Intelligence </span></em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">berguna pula untuk meninjau bagaimana informasi internal dan informasi eksternal institusi atau perusahaan secara autentik, sehingga dapat menggerakkan strategi-strategi bisnis, melaui proses pengambilan keputusan yang handal, baik ketika melakukan perencanaan, pengorganisasian maupun pada tahap implementasi dan pengendalian,<span>  </span>sehingga institusi atau perusahaan mampu memenangkan persaingan bisnisnya di era manajemen.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<h1 style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Daftar Pustaka</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Edward David, “<em>Business Intelligence, Have We Forgotten the Basics</em>”, white paper from <a href="http://www.bitpipe.com/">www.bitpipe.com</a>, published: May 2000</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Dhar, Vasant &amp; Stein, Roger, “<em>Seven Methods for transforming Coporate Data into Business Intelligence</em>”, </span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">New Jersey</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">: Prentice-Hall Inc., 1997</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:normal;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">McLeod, Raymond, Jr. Management Information System, George Schell, </span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">New Jersey</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">: Prentice-Hall Inc., 2001.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:normal;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Nelson, Cliff, “<em>Business Intelligence: Awal Era Baru dalam Manajemen</em>”, InfoKomputer, 1998.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:normal;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Porter, Michal E.”<em>Competitive Advantage</em>”- Creating a Sustaining </span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Superior</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> Performance, </span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">New York</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">: The Fee Press, 1985</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:normal;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoTitle" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><strong>Makalah ini sudah dipubikasikan sebagai materi <em>Keynote Speech </em>dalam SEMINAR NASIONAL “Memenangkan Persaingan Melalui Business Intelligence dan Penerapan Ilmu manajemen Modern”<span>  </span></strong></span></p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV">Fakultas Ekonomi &#8211; Universitas Widyatama <span>Sabtu, 11 Oktober 2003</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yusufarifin.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yusufarifin.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yusufarifin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yusufarifin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yusufarifin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yusufarifin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yusufarifin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yusufarifin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yusufarifin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yusufarifin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yusufarifin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yusufarifin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yusufarifin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yusufarifin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yusufarifin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yusufarifin.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yusufarifin.wordpress.com&amp;blog=4859612&amp;post=4&amp;subd=yusufarifin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yusufarifin.wordpress.com/2008/09/16/memenangkan-persaingan-melaluli-%e2%80%9cbusiness-intelligence%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">yusufarifin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
